Rabu, 21 Juni 2017

tentang hidup

{ untuk hari ke-21 #NulisRandom2017. belom telat kan gue?  }

.

.

.

Coba bayangin deh.

Kalau seandainya, di suatu hari di kelasmu, guru bahasamu ngasih tugasan ke satu kelas.

Sebenarnya sih tugasnya terdengar simpel.

"Buatlah satu buku cerita serapih dan secantik mungkin," kata gurumu. "Kumpulkan minggu depan."

Udah. Itu aja. Nggak ngasih instruksi lebih jauh.

Tapi pasti hampir semuanya berlomba-lomba untuk buat secantik mungkin dalam pandangan mereka, kan? Kamu pun begitu juga.

Semua terserah kita. Jalan cerita kita, terserah mau banyak tokoh pendukung atau cuman kamu yang ada dalam cerita itu. Terserah mau cerita yang genre-nya horror, romance, angst atau slice of life. Terserah mau cantik-cantik sampulnya sampe dihias-hias atau cuman digambar pake pensil hitam di atas kertas putih. Terserah mau pake gambar apa nggak, mau gambar yang niat banget atau cuman asal doodle stickman, mau diwarnain atau dibiarin hitam-putih. Terserah mau nulis ceritanya pakai pulpen berwarna atau pensil biasa.

Semua terserah kita. Tergantung kita maunya kayak gimana.

Tapi nanti pada akhirnya, di tanggal deadline, gurulah yang akan mutusin, yang akan nilai. Yang rapi, cantik dan bagus pasti dikasih nilai lebih tinggi ketimbang yang seadanya.

Kayak gitu jugalah hidup kita. Semua terserah kita.

Terserah mau ngabisin hidup dengan atau tanpa beban pikiran. Terserah mau banyakin amal baik atau amal buruk. Terserah mau keukeuh sendiri, nggak butuh bantuan dan nasihat orang lain, nggak mau ikut aturan dan saranan, atau tunduk pada apa yang mereka bilang. Terserah mau jadi egois atau toleran. Terserah mau punya sifat kayak apa. Ramah kek, pemarah kek, jutek kek. Terserah mau punya pendirian sendiri atau ikut-ikutan orang lain doang.

Lagi, semua terserah kita. Semua tergantung kesadaran kita tentang apa yang kita inginkan sebenarnya.

Tapi, buku cerita yang ini nggak ada deadline. Kapan-kapan aja Allah SWT minta kita untuk ngumpulin tugas kita. Mungkin hari ini. Mungkin besok. Mungkin minggu depan. Atau mungkin… bertahun-tahun lamanya? Kita nggak pernah, dan nggak akan pernah tau kapan saatnya kita harus ngumpulin tugas kita.

Tapi nanti, di alam setelah alam dunia, baru semuanya akan Dia nilai. Kalau amal kita lebih banyak yang baik, insya'Allah dari kubur juga bakal enak. Lah kalo banyak amal buruk?

Tapi lagi-lagi, semua terserah kita. Ini memang cerita hidup kita, dan kitalah sutradaranya, dan paling nggak kita sudah tau kalau Allah SWT cukup kasih satu arahan: untuk beribadah, beriman padaNya dan tidak syirik pada sesuatupun selainNya. Tinggal kita mau ikut arahan itu apa nggak.

Tapi sebenernya, arahan simpel itulah yang nentuin kita di akhirat nanti. Kehidupan yang kekal nanti. Mau jadi apa kita nanti?  Mau enak-enakan di surga atau harus ngerasain api neraka dulu? Mau dapet ridha Allah dan syafaat Nabi SAW atau murkaNya?

Semua terserah kita. Semua dimulai dari sekarang. Ngerasa udah salah jalan selama ini? Masih belum telat, kok. Allah SWT nggak akan bosan nunggu seseorang yang ingin kembali padaNya, asalkan roh kamu belom nyangkut di tenggorokan. Nggak ada kata telat untuk berubah…

…itupun kalau kamu mau berubah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar