Minggu, 16 Oktober 2016

berdebu.

Iya. Emang sengaja judulnya begindang.

Lagian udah berapa lama blog ini nggak gue isi....? Kalau mau lebay dikit, gue yakin tadi pas nelusur jauh ke dalem blog ini dan blog-blog lama temen gue, gue yakin gue nemu secercah kenangan dan kerangka pithecanthropus sepanjang jalan.

Ehem.

Gue kebanyakan curcol di notepad selama ini, jadi ini terabaikan banget. Lagian nggak baik kalo sampe jejeritan absurd gue sampe diketahui dunia(?).

Oke but anyways.......

......gue udah bertekad; seberdebu apapun ini jadinya blog, nggak bakalan gue hapus. Gitu juga pos-pos lama gue dari jaman baheula. 'Cause you know what, sometimes it feels like looking at your own (digital) time capsule. Gue serasa bisa balik ke diri gue di umur 11-12 tahun yang masih lugu dan polosnya minta ampun, yang belum kenal apa itu perfandoman dan rasa suka pada sosok yang lingkup dan (terkadang) dimensinya nggak realis.

Dulu, 5 tahun yang lalu, gue asal nulis aja sekadar buat bikin blog ini banyak isi. Tapi kesininya gue nyadar satu hal; tulisan adalah kenangan yang tidak bergerak.

Ya, nggak bergerak di mata kita. Seperti halnya foto. Makanya gue seneng banget kalo ngeliat kombinasi tulisan dan foto semacam yang sering ada di scrapbook-scrapbook gitu, karena terkadang di balik sebuah foto ada hal-hal yang nggak bisa tertangkap lensa kamera saat itu.

Makanya tulisan itu ada; untuk melengkapi suatu momen yang nggak bisa diceritakan selembar foto.

Untuk apapun, bukan cuman kenangan. Tulisan selalu menjadi pelengkap.

Dan maka dari itu gue bakal tetep nulis. Di manapun. Dengan beberapa nama. Mungkin bakal ngupdate blog ini juga, sekalipun jarang banget.

Karena pada akhirnya, tulisan-tulisan kita menceritakan siapa kita. Fisiknya mungkin akan berdebu, tapi kenangan yang tersimpan di dalamnya nggak akan berdebu.

- Jian, H-30 menuju 18 tahun, masih in denial kalo udah punya KTP.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar