Sabtu, 30 November 2013

spazzing di tempat?

HAIHAIHAI JADI CERITANYA INI POS TERAKHIR LOH~~



~pos terakhir di bulan November, maksud gue. Nggak mungkin kan kalo gue bilang besok itu 31 November?

^ mencoba melarikan diri dari kenyataan kalo tanggal 2 itu udah UAS.

.


[ Jadi kepengennya mau bilang kalo Senin entar itu tanggal 32 November. Ha. 

Entar kalo misalnya ditanya, "Emangnya lo mau November ada berapa hari?"

Bilang aja 50. ]

.

..mindset macam apa barusan?

Yah, abaikan yang barusan lewat. Anggap aja angin. /yakali/

Jadi gue lagi-lagi pengen cerita tentang kemaren.

Fix, kemaren, tanggal 29 November 2013, adalah hari tergabut dan terindah yang pernah gue alami semasa SMA.

Pertama, kemaren ada acara lagi pagi terakhir, jadi semuanya pada pake kostum gitudeh. Eh nggak semuanya juga sih, kelas 10-nya kebanyakan cuman kaos-bola sama training doang.

Paling nggak gue udah pake jaket sama kaos biru sih. Ha. Ha. Ha. HAHAHA--/jiudah/

Terus, abis lari pagi, lagi-lagi ada acara Hari Guru. Nggak, bukan berarti gue nggak seneng, tapi udah H+4 juga--/samaajasih/

Tapi kalo diinget lagi, rasanya gue ada kenangan indah tersendiri tiap Hari Guru selama 2 tahun berturut-turut--

.

[ 2011: Dateng pagi-pagi, dicie-ciein sama Chandra, dapet beef burger gratis, terus abis itu tes RSBI. Pulang-pulang Matematikanya 54. 

"ENJAAANG!" teriak hati gue. ]

.

[ 2012: Secara nggak sengaja ngebatalin puasa dengan makan sekotak nasi kotak. Terus baru nyadar persis sebelum mau minum. 

Cynthia-Anin-Afra-Shazqia langsung puk-pukin gue ]

.

*sungkem siyem sulking*

Bukan kenangan indah, deng. Kenangan absurd, iya.

But still, setelah itu, sempet ngeliat ibu-ibu lomba masak di hall basket, terus abis itu langsung mondar-mandir sekitar masjid.

Dan disanalah gue ngeliat benda itu.

Selembar kertas hasil karya Dhiya sama Wina. Katanya sih buat Tory.

Gambar adalah,

dia dan seseorang bermuka ayam.

Tulisannya? "Tory Bishie".

Secara mental, gue gelundungan.

Dan pas dikasih ke Tory, dia malah yang kayak, "Gue bawa parafin nih."

[ Maksudnya mau dibakar. ]

Dan disanalah mereka, koar-koar tentang "lo seharusnya menghargai pemberian orang, dong! Lo nggak tau kerja keras kita ngebuatnya kemaren pas Fisika--"

--ha, jujur, gue juga pengen ikutan gambar itu juga sebenernya.

Terus, pindah ke lab Fisika, tempat asal ngumpul ekskul Jepang.

Disana, banyak kakak-kakak kelas 11 yang udah pada ngumpul. Sebagian ngobrol-ngobrol, sebagiannya lagi siap-siap buat masak; motong-motong sayur, cuci-cuci jamur, deesbe.

Ohiya, gue lupa bilang kalo ekskul kali ini pada mau masak bareng.

Dan cengolah para anak kelas 10 disana.

Masalahnya, dari tadi kita kere panci dan air anget.

.

"Siapa sih yang bawa panci?"

"Gatau, kayaknya sih Syafiq."

"Coba dijapri deh."

"...kagak dijawab-jawab."

.

Dan begitulah. Sabar banget dah.

Nggak lama kemudian, sang panci pun menampakkan diri, disusul Syafiq. /salah/

[ Harusnya "Syafiq pun menampakkan diri, disusul sang panci." ]

Karena kelas 10 pada mau masak dango dan semua bahannya udah disiapin ("Dhi, ini campuran tepungnya gue rata-ratain ya~" -gue, setres), semuanya berlangsung cepat saat itu juga.

Nunggu air direbus, terus dituang ke campuran tepung ketan-beras-gula, diaduk-aduk pake tangan--

"--NJIR INI PANAS BANGET."

--yep.

Dan pas pembentukan adonan, anak-anak cowoknya pada kumat semua.

Ada yang bikin berlian, cicak, tokek (gecko?), mobil, bakteri vibrio, bakteri spirilum, sampe ayam sepaketan jengger-jenggernya.

Yang ceweknya? Kompak. Bakteri kokus semuanya.

[ Walaupun ada juga yang bikin kubus, dan gue malah bikin gagang payung, balok, sama beruang pokerface. Intinya absurd juga. ]

Oh, gue melupakan Kak Angga.

Dango buatan dia bentuknya hati, terus ada coretan semacam pecah gitu di tengahnya.

[ "Kak Angga brokoro, ya?" Sempet sekali gue mikir. ]


Intinya: This is no longer mitarashi dango. This is abstractly artistic dango.

Singkat cerita, dangonya udah jadi. Selama proses pembuatan, banyak anak kelas 10 yang mampir ke meja seberang, tempat senpai-senpai kelas 11 yang lagi bikin yakiniku.

Ada setusuk-2 tusuk yang sempet mampir ke meja kita,

dan sama gue langsung dilahap habis sekaligus.

Semuanya cuman ngeliatin horor ke arah gue.

[ "Ji, lo serem." Sempet gue denger seseorang. ]

Wajar aja sih, habisnya isi yakinikunya jamur sama paprika dibakar pake saos teriyaki.

Itu waktu itu, pas penghujung dangonya mau selesai ("Udah, kita saosnya pake coklat leleh aja ya?"), senpai-senpai disana pada bakar daging. Bumbunya macem-macem, mulai dari saos BBQ sampe Coca Cola.

Dan jadilah itu satu lab Fisika rusuh semuanya.

Terus juga, hari ini gue sama Tory dapet selembar kertas kecil dari anak-anak ekskul Jepang. Yah, secara 28 itu ultahnya Tory dan ultah gue udah lewat 13 hari yang lalu.

Secara perbandingan, kertasnya Tory dipenuhi dengan dudelan, mulai dari ayam, ikan, sampe kucing berjengger. Sedangkan punya gue? Kebanyakan berisi ucapan seperti "Stay innocent, jangan terjerumus" dan "semoga bahagia sama abang-abang bishie".

[ Abang-abang bishie? ...Kise? /nggak ]

Bertolak belakang, I know it.

Abis Zhuhur, semuanya pada pindah keluar lab. Alasannya mas-mas OB yang nyuruh sih, "mau disetting buat ulangan".

Dan disanalah gue, nggak fokusan nungguin pizza yang bakal dateng siang itu. 

[ "Ji, pokoknya aku bakal setia nunggu pizza kamu. Kalau nggak, aku bakalan bunuh diri," kata seseorang beberapa jam yang lalu. ]

Dan tepat setengah 2 lewat /ha/, pizzanya pun dateng.

Cuman masalahnya, yang paling ngincer malah pada di Circle K. Nyeh.

Dan begitulah. Singkat cerita, semuanya pun pada pesta pizza sambil ngobrol-ngobrol.

Gue masih inget betul reaksi Kinan pas gue bilang gue pernah mimpi kalo ada yang teriak gini di sekolah, "Woy, Jian sama Chandra jadian!"

[ "...itu menyedihkan," dia masang muka horor. ]

Yah, mau gimana lagi, itu kan mimpi masa lalu.

Dan yah, curcolan gue panjang sekali ya jadinya. Itupun kebanyakan pake "singkat cerita", entar kalo nggak bakal sepanjang apa, ya?"

Gitudeh. Sekian dan gue mager tidur~

- Jian, alhamdulillah udah 15 tahun, ngambil tes kepribadian 4 kali, dapet 3 kali ENFJ.

Jumat, 08 November 2013

Helep. XD

Hai, gue lelah.

Udah sih, itu aja.



--Bentar, bentar, kayaknya ada yang salah deh. Gue barusan labil mendadak. Padahal sih yang gue tau, nggak ada fosil dinosaurus yang bisa bikin seseorang mendadak labil pas ngeliatnya.

Eh, so hi.

Gue sekarang, Alhamdulillah, mulai setengah gabut. Nggak, nggak, gue memasuki fase dari sepenuhnya gabut menjadi setengah gabut. Dalam arti, gue mulai dikelilingi banyak tugas dan ulangan yang amat sangat tidak mengenal perikemanusiaan dan perikeadilan.

[ Itu barusan pengakuan anak yang rajin remed di MIPA. Ngehehe. :| ]

Terus juga, penpik. Gue udah mulai nulis beberapa, Alhamdulillah, dan kalo nggak salah yang terakhir gue post itu buat syukuran hajatan keroyokan selamatannya Hibiya.

Ha, umurmu udah berapa, nak? 13, kah? >:D /slap/

Terus juga, masa tiba-tiba gue dirikues sama kakak kelas pas SMP (yang dulu sempet gue kagumi) untuk buat cerita tentang 5 OC-nya? Maksudnya; oh isn't that a honorable thing? Apalagi gue tipe orang yang suka hambur-hamburan ide. /eh

[ Cuman deadline cerita lain sama tugas lagi jahat sama aku, Kak. Ihiy, aku usahain ya~ ;w;)b ]

Tapi gue serius, nih. Bahkan buat projek one-shot yang lagi gue bikin (di tengah deadline fanfic MC yang lain), gue harus nanyain Anin buat ide minornya.

Atau persisnya, tempat kuliah buat Shintarou.

Tapi sih waktu itu gue menyamarkan identitasnya pas nanyain dia. Gue waktu itu bilangnya gini, "Sebutin universitas luar negeri yang cocok buat mantan hikkikomori!"

Dan responnya Anin sukses bikin gue guling-guling secara mental.

"Hikki apa? Hikkiko es potek?"

Wait. It should be Kiko, right? ]

Walaupun akhirnya gue harus ngejelasin beberapa trait-traitnya ke Anin ("18 tahun, tingginya 172 cm, sering pake jersey merah, mukanya rada-rada males gitu"), dia dengan baik hati ngasih usulan ke gue.

"Northwestern. Menurut gue sih bagus."

"Iya? Orang-orang bilang gitu?"

"Soalnya itu kampusnya Jun Sung."

Ihiy, gue langsung ngefly di tempat.

Terus juga, ah, kejadian hari ini, ya. Fix, ini hari lawak banget. Walaupun cuman di ujungnya sih. Soalnya pas awal-awalnya gue rada nyungsep ngerjain PR Biologi sama Matematika yang harusnya bisa gue kerjain dari kapan tau tapi nggak bisa karena gue keren. /bukan/

Bermula dari gue telat setengah jam dari jam masuk ekskul karena harus makan ("Oh, rintihan perut gue~"), dan ternyata satu kelas lagi pada latihan shodo. Itu loh, seni nulis huruf kanji Jepang itu.

Gue pun gempor nyari-nyari kertas, berhubung kertas-kertas yang numpuk di meja sebelah itu bekas semua. Dan Alhamdulillah, gue cepet selesainya.

Nah, disini mulai lawaknya.

Selama gue latihan shodo, gue sempet liat Kak Ocha sama Raprak lagi latihan Gwiyomi bareng. Harus gue akui, mereka berdua jago nyanyi (atau senam? /plak/) itu.

Raprak-nya itu loh yang ndak nahan. Unyu abis.

Dan pas gue tanyain ke dia, dia pun bilang, "Iya. Gue hapal, sama lagu-lagunya juga."

Berarti itu nyanyi ya namanya. /bukan/

Dan nggak tau gimana ceritanya, tiba-tiba Kak Angga langsung teriak, dan kabur dan pundung ke dekat podium tempat guru. Pas gue kejer kesitu, dia disana, ngais-ngais lemari.

"Kak, kok Kakak tiba-tiba bisa disini-?!" Gue panik.

Dan responnya amat horor. "Kamu. Liat Raprak disitu."

Oh, yang Gwiyomi itu.

"Yah Kak, tapi dia pas nyanyi itu malah keliatan unyu banget kok~"

Eh, dia malah makin ngais-ngais lemari. Ya udah deh, gue pun pukpukin dia.

[ Awmaygat, apa salahku... ]

Beberapa menit kemudian, Tory pun ikutan ke deket podium itu, dan entah ngomong sesuatu yang berhubungan dengan cowok tulen yang bikin Kak Angga nyaris nyekek Tory sambil sewot, "You die, Tory--" atau semacamnya.

Tapi yang jelas, respon gue itu kayak gini, "Jangan gitu Tor. Gini-gini, Kak Angga masih cowok tulen kok."

Eh gue malah diciein sama Tory.

Haish, padahal nggak gitu maksud gue.

Terus, selang waktu berlangsung, gue sempet ngeliat Raprak battle Gwiyomi lagi. Dan kali ini,

dia sama Kak Angga.

Eh, like whut, man?

Sensei yang lagi merhatiin pertandingan unyu itu (yang sayangnya Kak Angga nggak sanggup ngelanjutin lirik bagian 5-6 gara-gara wink-nya Raprak yang super duper moe) pun berkomentar, "Itu apaan, sih? Senam Yang Iya Iyalah?"

Jauh, sensei, jauh.

Terus juga, gue minjem BB-nya Kak Saras buat liat-liat gambarnya. Sebenernya sih gara-gara gue terpancing sama wallpapernya. Akashi sama Kuroko.

Dan kepo mode on gue pun kumat. Dan begitulah.

Eh nggak taunya bener. Gue nggak yakin gue bisa ngumbar-ngumbar isi galerinya disini karena takut nyebar aib, tapi yang paling gue inget, gue ngeliat sekuen gambar-gambarnya ada kayak gini: Korea, Korea, pelajaran, Akashi-Kuroko, Mirshaan.

Soal yang terakhir, itu sumpah mukanya nggak nahan. Walhasil gue pun ngakak kronis. TOA pula, seantero ruangan nyampe.

"Perasaan disini Akashi-nya banyak amat, Kak," kata gue waktu itu.

Dan dia cuman nyengir. "Iyadong. Dia kan suamiku."

[ Masalahnya Dhiya juga... ]

"I know your feels kok, Kak." Gue balas nyengir. "Sekarang aku sama Nadis lagi rebut-rebutan Kise."

Wuanjrit, mentalnya jauh amat.

Ah, terus juga nggak lama setelah itu. Gue tadi siang dapet klarifikasi dari Kak Angga kalo gue adalah anak ternormal di ekskul itu.

Gue waktu itu udah yang kayak, "Oh yaudah deh, aku ikut-ikutan nggak normal aja deh."

Lagi-lagi satu pojokan lab Fisika ribut. Kebanyakan sih dari Kak Saras dan Kak Angga yang berusaha untuk menarik-narik gue.

Sementara Kak Angga memohon-mohon untuk gue supaya tetep normal, Kak Saras malah yang kayak, "Ah! Kamu OTP-nya AoKise, kan? Aku punya banyak banget fanart sama doujinnya--"

Okesip, gue bingung.

Dan akhirnya gue pun berpihak di....

JENG

JENG

JENG

...kedua belah pihak! Yaaay! :D *tebar piring cantik*

Gimana caranya? Gampang.

Pertama, gue pukpukin Kak Angga, "Tenang aja kok Kak, I will stay normal." Abis itu gue pukpukin Kak Saras, dan apa yang gue omongin ke dia sampe sekarang masih mantul-mantul dengan jelas di otak gue.

"Aku emang baru awal-awal, Kak. Tapi inget, aku tetep straight lho. Aku masih ngeship Momoi sama Aomine."

Acuan ngarut itu indah ya, mhuahahaha!

Jadi, apakah setelah semua ini, gue tetap dicap normal? Bisa jadi. Bisa jadi iya, bisa jadi nggak.

Nah sekian, gue mau persiapan mental buat ketemuan sama bakteri besok. Daah!

- Jian, H-8 menuju 15 tahun, menunggu cinta bersemi di padang ilalang. /eh