~pos terakhir di bulan November, maksud gue. Nggak mungkin kan kalo gue bilang besok itu 31 November?
^ mencoba melarikan diri dari kenyataan kalo tanggal 2 itu udah UAS.
.
[ Jadi kepengennya mau bilang kalo Senin entar itu tanggal 32 November. Ha.
Entar kalo misalnya ditanya, "Emangnya lo mau November ada berapa hari?"
Bilang aja 50. ]
.
..mindset macam apa barusan?
Yah, abaikan yang barusan lewat. Anggap aja angin. /yakali/
Jadi gue lagi-lagi pengen cerita tentang kemaren.
Fix, kemaren, tanggal 29 November 2013, adalah hari tergabut dan terindah yang pernah gue alami semasa SMA.
Pertama, kemaren ada acara lagi pagi terakhir, jadi semuanya pada pake kostum gitudeh. Eh nggak semuanya juga sih, kelas 10-nya kebanyakan cuman kaos-bola sama training doang.
Paling nggak gue udah pake jaket sama kaos biru sih. Ha. Ha. Ha. HAHAHA--/jiudah/
Terus, abis lari pagi, lagi-lagi ada acara Hari Guru. Nggak, bukan berarti gue nggak seneng, tapi udah H+4 juga--/samaajasih/
Tapi kalo diinget lagi, rasanya gue ada kenangan indah tersendiri tiap Hari Guru selama 2 tahun berturut-turut--
.
[ 2011: Dateng pagi-pagi, dicie-ciein sama Chandra, dapet beef burger gratis, terus abis itu tes RSBI. Pulang-pulang Matematikanya 54.
"ENJAAANG!" teriak hati gue. ]
.
[ 2012: Secara nggak sengaja ngebatalin puasa dengan makan sekotak nasi kotak. Terus baru nyadar persis sebelum mau minum.
Cynthia-Anin-Afra-Shazqia langsung puk-pukin gue ]
.
*sungkem siyem sulking*
Bukan kenangan indah, deng. Kenangan absurd, iya.
But still, setelah itu, sempet ngeliat ibu-ibu lomba masak di hall basket, terus abis itu langsung mondar-mandir sekitar masjid.
Dan disanalah gue ngeliat benda itu.
Selembar kertas hasil karya Dhiya sama Wina. Katanya sih buat Tory.
Gambar adalah,
dia dan seseorang bermuka ayam.
Tulisannya? "Tory Bishie".
Secara mental, gue gelundungan.
Dan pas dikasih ke Tory, dia malah yang kayak, "Gue bawa parafin nih."
[ Maksudnya mau dibakar. ]
Dan disanalah mereka, koar-koar tentang "lo seharusnya menghargai pemberian orang, dong! Lo nggak tau kerja keras kita ngebuatnya kemaren pas Fisika--"
--ha, jujur, gue juga pengen ikutan gambar itu juga sebenernya.
Terus, pindah ke lab Fisika, tempat asal ngumpul ekskul Jepang.
Disana, banyak kakak-kakak kelas 11 yang udah pada ngumpul. Sebagian ngobrol-ngobrol, sebagiannya lagi siap-siap buat masak; motong-motong sayur, cuci-cuci jamur, deesbe.
Ohiya, gue lupa bilang kalo ekskul kali ini pada mau masak bareng.
Dan cengolah para anak kelas 10 disana.
Masalahnya, dari tadi kita kere panci dan air anget.
.
"Siapa sih yang bawa panci?"
"Gatau, kayaknya sih Syafiq."
"Coba dijapri deh."
"...kagak dijawab-jawab."
.
Dan begitulah. Sabar banget dah.
Nggak lama kemudian, sang panci pun menampakkan diri, disusul Syafiq. /salah/
[ Harusnya "Syafiq pun menampakkan diri, disusul sang panci." ]
Karena kelas 10 pada mau masak dango dan semua bahannya udah disiapin ("Dhi, ini campuran tepungnya gue rata-ratain ya~" -gue, setres), semuanya berlangsung cepat saat itu juga.
Nunggu air direbus, terus dituang ke campuran tepung ketan-beras-gula, diaduk-aduk pake tangan--
"--NJIR INI PANAS BANGET."
--yep.
Dan pas pembentukan adonan, anak-anak cowoknya pada kumat semua.
Ada yang bikin berlian, cicak, tokek (gecko?), mobil, bakteri vibrio, bakteri spirilum, sampe ayam sepaketan jengger-jenggernya.
Yang ceweknya? Kompak. Bakteri kokus semuanya.
[ Walaupun ada juga yang bikin kubus, dan gue malah bikin gagang payung, balok, sama beruang pokerface. Intinya absurd juga. ]
Dango buatan dia bentuknya hati, terus ada coretan semacam pecah gitu di tengahnya.
[ "Kak Angga brokoro, ya?" Sempet sekali gue mikir. ]
Intinya: This is no longer mitarashi dango. This is abstractly artistic dango.
Singkat cerita, dangonya udah jadi. Selama proses pembuatan, banyak anak kelas 10 yang mampir ke meja seberang, tempat senpai-senpai kelas 11 yang lagi bikin yakiniku.
Ada setusuk-2 tusuk yang sempet mampir ke meja kita,
dan sama gue langsung dilahap habis sekaligus.
Semuanya cuman ngeliatin horor ke arah gue.
[ "Ji, lo serem." Sempet gue denger seseorang. ]
Wajar aja sih, habisnya isi yakinikunya jamur sama paprika dibakar pake saos teriyaki.
Itu waktu itu, pas penghujung dangonya mau selesai ("Udah, kita saosnya pake coklat leleh aja ya?"), senpai-senpai disana pada bakar daging. Bumbunya macem-macem, mulai dari saos BBQ sampe Coca Cola.
Dan jadilah itu satu lab Fisika rusuh semuanya.
Terus juga, hari ini gue sama Tory dapet selembar kertas kecil dari anak-anak ekskul Jepang. Yah, secara 28 itu ultahnya Tory dan ultah gue udah lewat 13 hari yang lalu.
Secara perbandingan, kertasnya Tory dipenuhi dengan dudelan, mulai dari ayam, ikan, sampe kucing berjengger. Sedangkan punya gue? Kebanyakan berisi ucapan seperti "Stay innocent, jangan terjerumus" dan "semoga bahagia sama abang-abang bishie".
[ Abang-abang bishie? ...Kise? /nggak ]
Bertolak belakang, I know it.
Abis Zhuhur, semuanya pada pindah keluar lab. Alasannya mas-mas OB yang nyuruh sih, "mau disetting buat ulangan".
Dan disanalah gue, nggak fokusan nungguin pizza yang bakal dateng siang itu.
[ "Ji, pokoknya aku bakal setia nunggu pizza kamu. Kalau nggak, aku bakalan bunuh diri," kata seseorang beberapa jam yang lalu. ]
Dan tepat setengah 2 lewat /ha/, pizzanya pun dateng.
Cuman masalahnya, yang paling ngincer malah pada di Circle K. Nyeh.
Dan begitulah. Singkat cerita, semuanya pun pada pesta pizza sambil ngobrol-ngobrol.
Gue masih inget betul reaksi Kinan pas gue bilang gue pernah mimpi kalo ada yang teriak gini di sekolah, "Woy, Jian sama Chandra jadian!"
[ "...itu menyedihkan," dia masang muka horor. ]
Yah, mau gimana lagi, itu kan mimpi masa lalu.
Dan yah, curcolan gue panjang sekali ya jadinya. Itupun kebanyakan pake "singkat cerita", entar kalo nggak bakal sepanjang apa, ya?"
Gitudeh. Sekian dan gue mager tidur~
- Jian, alhamdulillah udah 15 tahun, ngambil tes kepribadian 4 kali, dapet 3 kali ENFJ.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar