Jumat, 08 November 2013

Helep. XD

Hai, gue lelah.

Udah sih, itu aja.



--Bentar, bentar, kayaknya ada yang salah deh. Gue barusan labil mendadak. Padahal sih yang gue tau, nggak ada fosil dinosaurus yang bisa bikin seseorang mendadak labil pas ngeliatnya.

Eh, so hi.

Gue sekarang, Alhamdulillah, mulai setengah gabut. Nggak, nggak, gue memasuki fase dari sepenuhnya gabut menjadi setengah gabut. Dalam arti, gue mulai dikelilingi banyak tugas dan ulangan yang amat sangat tidak mengenal perikemanusiaan dan perikeadilan.

[ Itu barusan pengakuan anak yang rajin remed di MIPA. Ngehehe. :| ]

Terus juga, penpik. Gue udah mulai nulis beberapa, Alhamdulillah, dan kalo nggak salah yang terakhir gue post itu buat syukuran hajatan keroyokan selamatannya Hibiya.

Ha, umurmu udah berapa, nak? 13, kah? >:D /slap/

Terus juga, masa tiba-tiba gue dirikues sama kakak kelas pas SMP (yang dulu sempet gue kagumi) untuk buat cerita tentang 5 OC-nya? Maksudnya; oh isn't that a honorable thing? Apalagi gue tipe orang yang suka hambur-hamburan ide. /eh

[ Cuman deadline cerita lain sama tugas lagi jahat sama aku, Kak. Ihiy, aku usahain ya~ ;w;)b ]

Tapi gue serius, nih. Bahkan buat projek one-shot yang lagi gue bikin (di tengah deadline fanfic MC yang lain), gue harus nanyain Anin buat ide minornya.

Atau persisnya, tempat kuliah buat Shintarou.

Tapi sih waktu itu gue menyamarkan identitasnya pas nanyain dia. Gue waktu itu bilangnya gini, "Sebutin universitas luar negeri yang cocok buat mantan hikkikomori!"

Dan responnya Anin sukses bikin gue guling-guling secara mental.

"Hikki apa? Hikkiko es potek?"

Wait. It should be Kiko, right? ]

Walaupun akhirnya gue harus ngejelasin beberapa trait-traitnya ke Anin ("18 tahun, tingginya 172 cm, sering pake jersey merah, mukanya rada-rada males gitu"), dia dengan baik hati ngasih usulan ke gue.

"Northwestern. Menurut gue sih bagus."

"Iya? Orang-orang bilang gitu?"

"Soalnya itu kampusnya Jun Sung."

Ihiy, gue langsung ngefly di tempat.

Terus juga, ah, kejadian hari ini, ya. Fix, ini hari lawak banget. Walaupun cuman di ujungnya sih. Soalnya pas awal-awalnya gue rada nyungsep ngerjain PR Biologi sama Matematika yang harusnya bisa gue kerjain dari kapan tau tapi nggak bisa karena gue keren. /bukan/

Bermula dari gue telat setengah jam dari jam masuk ekskul karena harus makan ("Oh, rintihan perut gue~"), dan ternyata satu kelas lagi pada latihan shodo. Itu loh, seni nulis huruf kanji Jepang itu.

Gue pun gempor nyari-nyari kertas, berhubung kertas-kertas yang numpuk di meja sebelah itu bekas semua. Dan Alhamdulillah, gue cepet selesainya.

Nah, disini mulai lawaknya.

Selama gue latihan shodo, gue sempet liat Kak Ocha sama Raprak lagi latihan Gwiyomi bareng. Harus gue akui, mereka berdua jago nyanyi (atau senam? /plak/) itu.

Raprak-nya itu loh yang ndak nahan. Unyu abis.

Dan pas gue tanyain ke dia, dia pun bilang, "Iya. Gue hapal, sama lagu-lagunya juga."

Berarti itu nyanyi ya namanya. /bukan/

Dan nggak tau gimana ceritanya, tiba-tiba Kak Angga langsung teriak, dan kabur dan pundung ke dekat podium tempat guru. Pas gue kejer kesitu, dia disana, ngais-ngais lemari.

"Kak, kok Kakak tiba-tiba bisa disini-?!" Gue panik.

Dan responnya amat horor. "Kamu. Liat Raprak disitu."

Oh, yang Gwiyomi itu.

"Yah Kak, tapi dia pas nyanyi itu malah keliatan unyu banget kok~"

Eh, dia malah makin ngais-ngais lemari. Ya udah deh, gue pun pukpukin dia.

[ Awmaygat, apa salahku... ]

Beberapa menit kemudian, Tory pun ikutan ke deket podium itu, dan entah ngomong sesuatu yang berhubungan dengan cowok tulen yang bikin Kak Angga nyaris nyekek Tory sambil sewot, "You die, Tory--" atau semacamnya.

Tapi yang jelas, respon gue itu kayak gini, "Jangan gitu Tor. Gini-gini, Kak Angga masih cowok tulen kok."

Eh gue malah diciein sama Tory.

Haish, padahal nggak gitu maksud gue.

Terus, selang waktu berlangsung, gue sempet ngeliat Raprak battle Gwiyomi lagi. Dan kali ini,

dia sama Kak Angga.

Eh, like whut, man?

Sensei yang lagi merhatiin pertandingan unyu itu (yang sayangnya Kak Angga nggak sanggup ngelanjutin lirik bagian 5-6 gara-gara wink-nya Raprak yang super duper moe) pun berkomentar, "Itu apaan, sih? Senam Yang Iya Iyalah?"

Jauh, sensei, jauh.

Terus juga, gue minjem BB-nya Kak Saras buat liat-liat gambarnya. Sebenernya sih gara-gara gue terpancing sama wallpapernya. Akashi sama Kuroko.

Dan kepo mode on gue pun kumat. Dan begitulah.

Eh nggak taunya bener. Gue nggak yakin gue bisa ngumbar-ngumbar isi galerinya disini karena takut nyebar aib, tapi yang paling gue inget, gue ngeliat sekuen gambar-gambarnya ada kayak gini: Korea, Korea, pelajaran, Akashi-Kuroko, Mirshaan.

Soal yang terakhir, itu sumpah mukanya nggak nahan. Walhasil gue pun ngakak kronis. TOA pula, seantero ruangan nyampe.

"Perasaan disini Akashi-nya banyak amat, Kak," kata gue waktu itu.

Dan dia cuman nyengir. "Iyadong. Dia kan suamiku."

[ Masalahnya Dhiya juga... ]

"I know your feels kok, Kak." Gue balas nyengir. "Sekarang aku sama Nadis lagi rebut-rebutan Kise."

Wuanjrit, mentalnya jauh amat.

Ah, terus juga nggak lama setelah itu. Gue tadi siang dapet klarifikasi dari Kak Angga kalo gue adalah anak ternormal di ekskul itu.

Gue waktu itu udah yang kayak, "Oh yaudah deh, aku ikut-ikutan nggak normal aja deh."

Lagi-lagi satu pojokan lab Fisika ribut. Kebanyakan sih dari Kak Saras dan Kak Angga yang berusaha untuk menarik-narik gue.

Sementara Kak Angga memohon-mohon untuk gue supaya tetep normal, Kak Saras malah yang kayak, "Ah! Kamu OTP-nya AoKise, kan? Aku punya banyak banget fanart sama doujinnya--"

Okesip, gue bingung.

Dan akhirnya gue pun berpihak di....

JENG

JENG

JENG

...kedua belah pihak! Yaaay! :D *tebar piring cantik*

Gimana caranya? Gampang.

Pertama, gue pukpukin Kak Angga, "Tenang aja kok Kak, I will stay normal." Abis itu gue pukpukin Kak Saras, dan apa yang gue omongin ke dia sampe sekarang masih mantul-mantul dengan jelas di otak gue.

"Aku emang baru awal-awal, Kak. Tapi inget, aku tetep straight lho. Aku masih ngeship Momoi sama Aomine."

Acuan ngarut itu indah ya, mhuahahaha!

Jadi, apakah setelah semua ini, gue tetap dicap normal? Bisa jadi. Bisa jadi iya, bisa jadi nggak.

Nah sekian, gue mau persiapan mental buat ketemuan sama bakteri besok. Daah!

- Jian, H-8 menuju 15 tahun, menunggu cinta bersemi di padang ilalang. /eh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar