Hari yang mungkin bagi sebagian besar orang-orang hanya sebuah hari yang lain dari buku besar berjudul 2011 itu,
hanya selembar kertas yang dilewatkan begitu saja.
Namun, bagi kita berempat, di lembaran lusuh itu, setitik pelangi kecil mulai tergambar dari sana.
Satu bagian hatiku yang kecil berkata: "Jikalaulah itu pelangi,
bukankah itu seharusnya terbentuk dari semenjak kalian masih dini?"
Bodoh! Ada banyak keluarga yang baru menyadari kehadiran pelangi kecil itu di hari-hari tua mereka.
Tapi begitu, 4 anak itu masih begitu belia. Yah, itu berarti, pelangi itu masih punya banyak waktu untuk kegembiraan mereka.
*****
Ini adalah kisah tentang 4 anak yang berbeda dalam banyak hal.
Minat. Jenjang pendidikan. Hobi. Tinggi badan. Bahkan tempat tinggal.
Namun begitu, tersembunyi beberapa hal yang mirip dari mereka.
Tersembunyi? Ya, aku tidak salah. Kemiripan mereka saat itu bak berlian yang tersembunyi dalam tanah, sulit dicarinya.
Dan 4 anak itu bak penambang yang siap mencari berlian itu ke seluruh penjuru dunia.
*****
Kau tahu, semua ini berawal dari hal yang sederhana.
Hanya bermain-main tidak jelas sepulang dari main steak di kamar Kak Aci.
Dengan hanya bermodalkan kamera BB Javelin, kita pun beraksi.
"Mau bikin suasana acara TV sambil ngelawak," begitu alibinya.
Saat itu, aku, sebagai satu-satunya anak yang kehilangan mataharinya, malah kalian minta untuk mengusulkan sebuah nama yang yang bagus untuk kelompok kecil itu.
"Au ah. Sotoy!" begitu kicauku.
Dodol memang, tapi siapa sangka itu nama yang lumayan unik.
Lalu kita pun mulai kembali. Alfan sebagai kameramen, Rayyan sebagai penelepon, dan tentu saja, aku dan Aca sebagai MC.
Awal tidak selalu berjalan mulus. Entah itu cara pengucapan namanya yang salah, atau ulah salah satu diantara kita. Yah, mungkin kalian ingat kan, saat Aca dilempar botol plastik? Atau wajah-wajah sableng kita saat kehabisan kata ataupun ide di tengah syuting?
Dan yah, begitulah. Hari-hari berjalan terus.
*****
Tak terasa, Ramadhan tiba. Dalam beberapa hari terakhir menuju Lebaran, 4 anak itu pun bertemu kembali.
Saat-saat itu pulalah saat-saat emas kita bersama terukir.
Semuanya...entah itu ayunan yang hampir jeblos karena aku dan Aca naiki, perjuangan keras yang harus kita tempuh melewati banjir demi 3 piring batagor di dekat rumah Nenek, bahkan saat-saat absurd kita saat di kamar tempat semua itu bermula pun patut bisa dikenang.
Ya...Bonamana Chicken Dance yang kita lakukan malam itu,
teriakan "Terima Kasih, Pepsodent!"nya Aca,
kesablengan Rayyan sebagai penelepon yang makin menjadi-jadi, seperti menambahkan semua huruf I itu pada nama samarannya; Antoni, Yusufi, Orochimari,
aksi lawak Alfan setiap menirukan seseorang dari film kartun Upin-Ipin yang sering disetel di mobilnya,
langkah kakiku yang segera keluar dari masjid saat semua masih berdo'a di 8 rakaatan Tarawih,
tingkahku yang selalu membiarkan ringtone sampai selesai berbunyi setiap kali syuting,
atau mungkin topik pembicaraan kita setiap syuting yang selalu ngawur kemana-mana.
Mulai dari topik sederhana seperti kebiasaan di rumah, lari ke topik sosial seperti kepikunan dan percintaan, sampai Naruto-__-
Dan yah, begitulah. Hari-hari berjalan terus.
*****
Sudah lama, ya.
Sejak Au Au Ah Sotoy resmi berganti nama menjadi Forever Cousins, kegiatan syuting pun berhenti. Tidak banyak pula yang kita kerjakan, selain sibuk dengan komputer sendiri-sendiri.
Namun begitu, satu hal yang pasti sudah kita temukan bersama. Satu hal lain yang menjadi jaminan kebersamaan kita selain relasi darah.
Persamaan kita.
Kita selalu menertawakan semuanya. Bahkan hal-hal yang sederhana.
*****
Tapi, hei! Cerita ini tentu saja belum berakhir!
Seiring kita menua nanti, banyak sekali hal yang akan berubah. Mungkin sebagian kita sudah menjadi seorang besar nantinya pada masanya...
Tapi aku yakin, suatu saat nanti, buku cerita kecil ini akan terus berlanjut sampai waktu mengakhiri segalanya.
Walaupun hanya sebatas kenangan dan keabsurdan kecil saja...
*****
Happy 2nd birthday Au Au Ah Sotoy, the small group who always laugh at simple things since 3rd July 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar