Lo tau Taka?
Bukan, bukan kelompoknya Sasuke yang dibentuk dengan tujuan buat ngancurin desa Konoha *yep, Naruto logic strikes again!*, dan bukan juga elang yang sering nongol di Indosiar. *eh
Maksud gue Hirohata Taka. Dipanggilnya Taka dan kadang-kadang Tel, dia adalah temen SMP gue. Anaknya kuudere abis, pokerface di luar dan paket keroyokan lawak dan puitis di dalem. Lain banget sama gue yang dandere, tapi bisa mendadak ganti sisi jadi deredere.
Yang jelas, di blognya, dia sering pake banget pake istilah ADHD. Yush, the same term applies to my book. Pertama kali ngeliatnya, jujur, gue udah pasang muka setengah-sedeng-gimana-gitu, saking nggak ngertinya yang namanya ADHD itu apaan. Dan dodolnya, gue sampe bikin analisis singkatan dari ADHD itu sendiri.
Berikut analisis gue:
1. Jika rasionya 3:1
a. ADH = Hormon yang mempengaruhi kadar urin. Makin banyak hormonnya, makin dikit urin yang keluar, dan vice-versa.
b. D = Huruf keempat alfabet Lambang kimia dari Deuterium (alias hidrogen berat, and yesh, gue nggak belajar gituan, cuman gara-gara ngestalk bebeb Wikipedia beberapa detik yang lalu.)
Kesimpulan: Hormon ADH yang terkontaminasi oleh deuterium.
2. Jika rasionya 2:2 (dan hasilnya sangat-sangat somplak. Gapercaya? Baca aja terus.)
a. AD = Angkatan Darat, salah satu bagian dari TNI.
b. HD = High Definition, istilah yang berhubungan dengan teknologi gadget (biasanya yang ada layarnya). Biasanya dalam ukuran 720p, 1080p, dan 1080i.
Kesimpulan: Angkatan Darat in High Definition! Yay! :D *tuh kan, jadinya sedeng*
Setelah gue nanya sama Tante *masih flashback sama Matibeku ;A;*, ternyata gue dapet maksud yang sesungguhnya. ADHD, yang ternyata adalah singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder, adalah sejenis gangguan perkembangan yang menyebabkan perkembangan motorik anak terganggu sehingga munculnya aktivitas anak-anak yang cenderung tidak lazim dan berlebihan.
Gue sih niatnya mau nge-copas tanda-tanda umum gejala ADHD, tapi kayaknya panjang banget, jadi gue ringkas aja ya.
Pokoknya, tanda-tanda ADHD biasanya menonjol di bidang psikis, misalnya gampang teralih perhatiannya, susah konsen, khawatir yang berlebihan, sering ketinggalan barang, pemalu dan cenderung menarik diri dari pergaulan, kurang pede, TOA, reaktif, sering melanggar peraturan, sensitif terhadap kritikan, dan lain-lain.
Disininya gue hening. Kok kayaknya gue banget, ya? Hnnnnnnnnggg......
Udah-udah, ini kenapa gue menjadi psikolog mendadak, ya.
Balik ke Taka. Kan udah gue bilang kalo dia paketan lawak dan puitis di dalem. Dan gue yakin, sifat puitisnya keluar sejak dia ngefans dengan seorang pemain biola yang tinggal di Chicago, namanya Jun Sung Ahn. Kita *kita? lo aja kali :P* sih manggilnya Jun Sung. Awalnya malah cuman Jun, tapi diextend karena:
1. Big probabilites buat Cynthia untuk salah mengenali Jun yang gue dan Taka maksud sebagai Junedi.
2. Jun Sung kan nama depannya . -_-
"Kayak misalnya Sungha Jung. Nggak mungkin kan lo manggil dia cuman Sung ato malah cuman Ha?"
- Taka Hirohata, 14 tahun, optimis modusnya berbalas. #amin
3. Orang Jepang juga banyak yang namanya Jun. Hrngfh.
Taka sih enak, dimensi bebebnya realistis, walaupun jaraknya 13.865 km, sejengkal doang di atlas. Gue? Bebeb gue cuman berwujud bidang-bidang 2 dimensi yang dikasih warna ato malah cuman arsiran. Ada sih yang realistis, tapi tangan yang satu udah mau ilang.
Pokoknya, anaknya baik banget kok. Seperti kuudere-kuudere lainnya. Dan tenang aja, gue dan Cynthia belom pernah digigit dia, kok. :3
Udah, cuman mau ngomong itu doang. Nggak tau lagi mau ngomong apaan. Sekian!
- Jian, 14 tahun, (insert curcolan here).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar