Halo semua !! Sebelumnya gue udah lama banget nggak nge-post.
Oke, sekarang gue mau kembali ke kebiasaan lama gue: nulis diary ! Tapi ini agak telat, karena kejadiannya sekitar seminggu yang lalu.
Jum’at, 28 Oktober 2011.
Dear Diary,
It’s really something !! Hari ini bener-bener hari mujur gue !! Tapi, ini berawal dari lari pagi yang panjang dan bikin puyeng.
Hari ini, kami memakai kostum merah-putih (cowok: merah, cewek: putih). Nah, biasanya ditanyain tuh, kenapa pake kostum. Gue kira yang maju ke depan itu Chandra (karena menurut gue inisiatifnya tinggi)…lah…gak taunya yang maju malah Aldi. Dan pas maju ke depan, bukannya menjawab, eh, dia malah “mengumandangkan” ikrar Sumpah Pemuda dengan keras bin lantang !! Ya tambah semangatlah kita semua !!
Setelah itu, kami pun menuju lapangan hijau untuk perang angkatan. Gue dan gerombolan gue (dih ? gadeng) yang terdiri dari Cynthia, Tissa, Freya, Indani, dan Aca (bukan sepupu gue, ya.) duduk di depan masjid. Sambil menonton perang angkatan, kami asyik saja mengobrol. Nggak lama kemudian, sisa gerombolan gue, Anin dan Shazqia, pun nyusul. Minggu ini, kelas 8C agak apes (itu menurut gue, ya.), karena dapet es teh. Yang lain sih bilang enak. Lah gue ?
Setelah perang angkatan selesai, kami pun bergegas untuk ganti baju dan masuk ke kelas.
Dan hari berjalan seperti biasa…
Hal istimewa lain terjadi saat keputrian. Saat itu, kata Bu Elin, kami semua (cewek #9, #10 dan #11) harus membuat kelompok ber-10 untuk mengisi TTS. Gue, seperti biasa, numplek sama gerombolan gue.
Inilah masalahnya. Jumlah kami hanya ber-7. Tapi, walaupun begitu, kita tetep aja kerja.
Asli woi, tuh TTS susah pisan. Sampe kita semua harus meres otak. #lah?
Setelah keputrian dan shalat Zhuhur, gue pun pergi ke ruang Sejarah untuk mengikuti ekskul Bahasa Jepang.
Dan ternyata ! Ada Dhiya. Gue langsung semangat.
Beberapa saat pas gue main sama Dhiya, anak-anak cowoknya pada masuk—sebelumnya cuman ada Kinan. Gue sih gak merhatiin siapa aja yang masuk, tapi yang jelas ada Faiz.
Dan gue LEGA pisan pas dia ngeliatin dan cuman nyengir. Ya bukan karena gue balas nyengir ! Tapi…karena dia nggak nanyain Chandra…duh…something…
Yang bikin gue bilang something adalah: Biasanya Faiz kalo ngelihat gue, langsung nunjuk-nunjuk Chandra. Irfan sama Ariq (dua-duanya anak 8D, kalo si Faiz 8E) juga gitu. (Gue: Healah…tolong, dah.)
Sementara itu, gue asik aja ngobrol sama Dhiya tentang jokes yang Alfan lontarin di Au Au Ah Sotoy (follow @AuAuAhSotoy), dan sambil tukaran data—gue minta lagunya, dia minta gambar gue.
Dhiya langsung ngakak pas gue cerita soal Sasuki dan Naruti (Dhiya: Itu Sasuke dan Naruto versi cewek, ya ?), Orochimari (Gue: Hadoh…), Sasori Saos Tiram (Dhiya: Setelah Sasori keluar dari Akatsuki, dia memutuskan untuk membuka gerai saos tiram.), dan lain-lain.
Tiba-tiba, sensei gue langsung dateng. Akhirnya kami pun belajar.
Setelah ekskul, gue sama Dhiya pun misah. Dhiya ke ruang Seni Rupa (ada ekskul Pelangi Art), sementara gue ke perpus. Dan gak lama setelah baca buku, akhirnya gue pulang, deh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar